Notification

×

Iklan

Iklan

RADIO PRAGAAN STATION

Tag Terpopuler

Bina COE BKL Sentosa Aeng Panas, BKKBN Jatim Beri Sembako dan Bina Lansia Tangguh

Senin, 14 Desember 2020 | 16.24 WIB | 0 Views Last Updated 2021-02-18T02:15:47Z

BKKBN Jatim beri sembako dan bina lansia tangguh (Dok.KIM-KMAP)
KIMKARYAMAKMUR.COM, Aeng Panas - Pembinaan Centre Of Exelence (COE) Bina Keluarga Lansia Sentosa Desa Aeng Panas, hari Senin (14/12/2020) di dusun Cecek Desa Aeng Panas dihadiri oleh pembina COE Propinsi Jawa Timur Ibu Drs. Suhartuti MM. Juga dihadiri Bapak Camat Pragaan, penyuluh dari tiga kecamatan, Kepala Desa, perangkat desa, serta Lansia yang ada di desa Aeng Panas.

Bapak Camat Pragaan Bapak Darus Salam dalam sambutannya mengharapkan agar BKL Sentosa terus tingkatkan kinerjanya membantu Lansia dengan kegiatan produktif.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Aeng Panas yang diwakili Sekretaris Desa Ach. Subairi Karim. Ia katakan bahwa kondisi Covid-19 telah menggerakkan semua pihak untuk memberdayakan Lansia, termasuk Pemdes Aeng Panas juga menganggar BLT DD sampai 9 bulan. Ia juga berterima kasih atas pembinaan BKKBN Propinsi Jawa Timur berupa pemberian sembako, pembinaan keilmuan dan keterampilan.

Selanjutnya dilangsungkan pemberian sembako (minyak, beras, gula) dan pembinaan oleh BKKBN Propinsi Jawa Timur Drs. Suhartuti, MM. Suhartuti kepada Lansia Desa Aeng Panas menyampaikan terima kasih atas kerja kerasnya menjadi pusat pembelajaran (centre of excelence).

Beliau mengharapkan agar Lansia dan keluarganya menjadi Lansia yang tangguh.

Katanya, salah satu ciri Lansia tangguh bisa mengangkat kedua tangan sampai bahu.

"Kalau nggak bisa angkat tangan, Puskesmas nanti bisa turun periksa kesehatannya", tuturnya memberi penjelasan.

Lansia di Jawa Timur, katanya rata rata umurnya bisa lebih 70 tahun. Sementara survei umur perempuan lebih panjang dari lki-laki.

"Saya yakin yang datang kesini sehat sehat, kalau tak sehat tak mungkin sampai kesini', tambahnya.

Diharapkan dari kegiatan ini menjadikan Lansia makin sehat, mandiri dan sejahtera. Mandiri artinya bisa makan sendiri, mandi sendiri, shalat sendiri, ganti baju sendiri, tanpa ketergantungan pada orang lain, sehingga tak menyusahkan orang lain.

Kemandirian juga dilakukan dengan memperbanyak latihan keterampilan yang bernilai ekonomis, seperti membuat piring lidi, topi lidi, wadah lidi.

"Kalau bisa nanti ditingkatkan keterampilannya bisa buat sandal", tambahnya lagi.

Terakhir ia katakan kalau BKL mengalami kesulitan dalam mendampingi Lansia bisa membuka website www.siapbahagia.com untuk konsultasi lansia.

"Barangkali ada Lansia sakit, konsultasi diampu oleh 5 orang dokter, dan 7 psikolog", pungkasnya.

Menghadapi Covid 19 Ibu Tutik juga memberi peringatan agar Lansia tetap jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. (Zbr/Bdr).

×
Berita Terbaru Update