Notification

×

Iklan

Iklan

RADIO PRAGAAN STATION

Tag Terpopuler

Tebing Jalan di Wisata Belerang Kaduara Timur Perlu Perhatian Pemerintah Daerah

Kamis, 19 Mei 2022 | 04.59 WIB | 0 Views Last Updated 2022-05-18T21:59:05Z

KIMKARYAMAKMUR.COM, Kaduara Timur - Di balik keperawanan wisata belerang "Misgilomi" (Kamis Wage Tello' Mei) desa Kaduara Timur yang mulai menyedot perhatian publik wisata tanah air, ternyata menyimpan keprihatinan yang dalam. Tebing jalan raya dimana dibawahnya terdapat lorong air tembus dari sisi utara ke selatan, persis diatas sumber belerang Misgilomi, yang tingginya sekitar 15 sampai 20 meter keadaannya rusak berat, ringsek dimakan air hujan bertahun tahun.

Beberapa titik tebing saluran air sepanjang alirannya sampai ke hilir membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah, wilayah maupun pusat. Belum lagi aliran air yang datang dari tempat lain, yakni dari sisi barat dan timur yang juga tumpah ke muara yang sama, juga menganggu taman wisata ini, memerlukan perhatian serius dari para pengambil kebijakan.

"Jika datang hujan, ini tumpahan air merangsek ke taman, karena menjadi muara air dari utara, kiri dan kanan tebing. Sementara kita alirkan ke sisi barat seadanya. Ini tidak hanya berbahaya bagi keberadaan taman belerang, tapi juga bahaya bagi tebing jalan raya sendiri, karena tebing alirannya terus dimakan air bah setiap hujan datang," ujar Kades Kaduara Timur Prayitno Rabu (18/05/2022).

Kalau kita melihat langsung ke lokasi taman wisata, ada kebanggan tapi juga ada yang patut disayangkan. Tamannya harus diselamatkan karena aset wisata yang tidak ternilai, tapi tebing aliran hujan juga sudah banyak yang ambruk butuh perhatian. Lubang tumpahan air juga terlihat semakin dalam.

Bekas pembangunan penahan tebing jembatan masih tampak jelas, entah dibangun tahun berapa, agaknya sudah sangat lama sekali. 

Bahkan menurut penuturan warga sekitar, di lokasi sekitar wisata sumber belerang pernah mau dibikin waduk penampungan air untuk mengairi pertanian. Sepertinya dimaksudkan untuk menjadi embung penyangga air pertanian. Tapi jalur air akhirnya dibiarkan menjadi bah karena ada taman belerang yang kemudian berfungsi sebagai Taman Wisata.

"Jalur aliran air bah perlu dibangun dan diperbaiki segera, termasuk alirannya di kawasan hilir secara khusus, agar bisa menyelamatkan keberadaan taman. Tentu perlu perhatian khusus terutama dari daerah dan wilayah," ujar Prayitno Kades muda yang banyak melakukan swadaya untuk membangun tempat wisata ini.

Dana yang dibutuhkan untuk memikirkan kikisan air tebing jalan yang tinggi dan panjang ini katanya sangat besar. Tak mungkin mampu dibiayai oleh Dana Desa yang dalam dua tahun terakhir banyak tersedot untuk pandemi Covid-19.

"Dana Desa tak cukup dan tak mungkin. Butuh dukungan daerah atau propinsi atau bahkan pusat. Semua demi menyelamatkan jalur utama lalu lintas jalan propinsi, juga untuk menyelamatkan keberadaan taman belerang yang sangat historik ini." Kata Prayitno kepada KIM Karya Makmur. (Zbr/Hb).

×
Berita Terbaru Update