Notification

×

Iklan

Iklan

RADIO PRAGAAN STATION

Tag Terpopuler

Di Prenduan, Dinas Sosial Sosialisasi Perlindungan Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Rabu, 06 Juli 2022 | 11.57 WIB | 0 Views Last Updated 2022-07-06T04:57:36Z

KIMKARYAMAKMUR.COM, Prenduan - Kemarin, Selasa (05/07/2022) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumenep mengadakan kegiatan Sosialisasi Perlindungan Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Balai Desa Prenduan Kecamatan Pragaan. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Kajari, Kapolres, Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Camat Pragaan, Kepala Desa Prenduan dan Perangkat Desa serta unsur masyarakat.

Camat Pragaan Heru Cahyono, S.STP. kepada KIM Karya Makmur mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya melindungi perempuan dan anak serta memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya dengan memberikan perhatian yang konsisten dan sistematis kepada perempuan dan anak. Tujuan spesifiknya untuk mengurangi kasus kekerasan terhadap perempuan, berkurangnya kasus kekerasan terhadap anak.

"Dinas sosial mensosialisasikan perlindungan perempuan dan anak. Membahas kasus kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dalam pendekatan keluarga dan hukum, serta dalam upaya memberikan perlindungan terhadap anak dalam kasus pidana," ujar Camat Pragaan Heru Cahyono, S.STP. kepada KIM Karya Makmur.

Beliau menjelaskan fenomena banyak perempuan seringkali sebagai korban kekerasan fisik, psikis, maupun objek perdagangan. Dampak psikologis kekerasan pada perempuan dan anak memiliki dampak psikologis yang buruk seperti trauma, reaksi fisik, keinginan bunuh diri, dan berbagai reaksi negatif lainnya. 

"Kekerasan terhadap perempuan baik secara fisik, verbal, seksual penyembuhannya tak semudah mengobati luka akibat cedera. Kehidupan psikologisnya dalam titik tertentu juga menjadi taruhan," ujarnya. 

Selain itu, beliau memandang bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga dengan baik. Karena itu harus dilindungi dengan baik.

"Kekerasan pada anak dapat berupa kekerasan fisik, tertekan secara mental, kekerasan seksual, anak bayi dibuang, aborsi, pernikahan anak dibawah umur, kasus tenaga kerja dibawah umur, trafficking, anak-anak yang dipekerjakan sebagai PSK, dan kasus perceraian, semua perlu mendapatkan pemahaman dan kesadaran bersama," jelasnya. (Zbr/Hb).
 

×
Berita Terbaru Update